Pemberontakan Internal Partai Buruh Tekan Nilai Tukar Sterling

Tatiana Park 12 May 2026 12 views

Nilai tukar Poundsterling melemah gegara meningkatnya tekanan politik terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dari internal partainya sendiri.

Kurs GBP/USD turun sekitar 0.7% pada awal sesi perdagangan Eropa hari Selasa (12/Mei), bersamaan dengan pelemahan Sterling terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Penurunan ini dipicu oleh munculnya desakan agar Perdana Menteri Keir Starmer mundur dari jabatannya.

GBP melemah

Tekanan terhadap Starmer meningkat setelah partai Buruh mencatat hasil kurang memuaskan dalam pemilihan lokal yang berlangsung pada 7 Mei 2026. Partai Reformasi berhasil memimpin dengan estimasi suara sekitar 26%, sementara Partai Buruh memperoleh 17% dan Demokrat Liberal 16%.

Sebelumnya, pelaku pasar memperkirakan Starmer masih mampu mempertahankan posisinya dalam jangka pendek sehingga Poundsterling sempat bergerak stabil setelah hasil awal pemilu beredar. Akan tetapi, perkembangan politik terbaru justru memunculkan spekulasi bahwa masa jabatannya bisa berakhir lebih cepat dari perkiraan.

Sejumlah media Inggris melaporkan bahwa 79 anggota parlemen dari Partai Buruh secara terbuka meminta Starmer mengundurkan diri pada Senin malam. Enam ajudan menteri bahkan memilih mundur untuk mendukung gerakan tersebut. Selain itu, tiga anggota kabinet disebut meminta Starmer mempertimbangkan kembali kelayakannya memimpin pemerintahan setelah hasil pemilu lokal yang mengecewakan.

Situasi politik ini langsung memicu tekanan pada Poundsterling. GBP/USD sempat merosot ke area 1.3500, sedangkan pasangan EUR/GBP menguat sekitar 0.4% menuju 0.8695. Reaksi lebih tajam terlihat di pasar obligasi Inggris, di mana yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2008.

Investor khawatir pergantian kepemimpinan dapat mengubah arah kebijakan ekonomi Inggris. Pasalnya, sejumlah kandidat potensial pengganti Starmer dikenal memiliki pandangan ekonomi yang lebih sosialis dan cenderung mendukung pelonggaran fiskal lebih agresif. Kondisi itu dinilai berpotensi memperbesar utang pemerintah sekaligus memicu tekanan inflasi di tengah ancaman stagflasi.

Pasar kini menanti tanggapan resmi dari Starmer maupun pernyataan dari figur-figur yang berpeluang menggantikannya sebagai perdana menteri. Selama ketidakpastian politik masih berlangsung, penguatan Poundsterling diperkirakan tetap terbatas.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua