AS Belum Punya Solusi untuk Blokade Hormuz, Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar

Tatiana Park 12 Mar 2026 30 views

Ketiadaan langkah konkret dari pemerintah Amerika Serikat untuk mengatasi blokade di Selat Hormuz membuat kekhawatiran pasar meningkat dan harga minyak melonjak lagi.

Harga minyak mentah kembali melonjak pada perdagangan hari ini (12 Maret). Minyak Brent menembus kembali level psikologis $100 per barel, sementara minyak WTI turut naik hingga melampaui $95 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh ketidakpastian mengenai bagaimana Amerika Serikat akan menangani blokade Iran di Selat Hormuz.

harga minyak melonjak

Beberapa hari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyampaikan optimisme bahwa konflik dengan Iran akan segera berakhir. Namun, perkembangan terbaru di kawasan menunjukkan bahwa situasi masih jauh dari mereda.

Iran dilaporkan terus meningkatkan tekanan dengan menyerang fasilitas produksi dan distribusi energi di negara-negara sekitar. Dua kapal tanker juga menjadi sasaran serangan di perairan Irak. Akibat insiden tersebut, Irak memutuskan menghentikan seluruh aktivitas di terminal minyaknya, meskipun pelabuhan komersial tetap beroperasi.

Langkah antisipatif juga diambil oleh Oman. Negara tersebut mengevakuasi semua kapal tanker dari terminal ekspor Mina al-Fahal yang berada di luar Selat Hormuz guna menghindari potensi sabotase maupun serangan udara.

Di sisi lain, Senator AS Chris Murphy mengungkapkan bahwa pemerintah Amerika Serikat belum memiliki strategi yang jelas untuk membuka kembali jalur pelayaran penting tersebut. Pernyataan itu ia sampaikan setelah mengikuti briefing tertutup bersama pejabat Pentagon dan anggota Kongres.

Kondisi ini membuat pelaku pasar semakin meragukan optimisme Gedung Putih mengenai kemungkinan berakhirnya konflik dalam waktu dekat. Banyak analis menilai gangguan terhadap pasokan energi dari Timur Tengah bisa berlangsung lebih lama daripada yang sebelumnya diperkirakan.

Henry Allen, ahli strategi dari Deutsche Bank, mengatakan bahwa volatilitas pasar masih sangat tinggi dengan harga Brent yang melonjak sekitar 8.95% dalam semalam hingga mencapai $100.21 per barel.

Ia menambahkan bahwa investor kini mulai memperhitungkan kemungkinan konflik berkepanjangan dengan dampak ekonomi yang lebih luas.

Kenaikan harga minyak ini turut memberikan dorongan bagi penguatan Dolar AS dalam perdagangan hari ini. Selain itu, Dolar Kanada juga mendapatkan sentimen positif karena Kanada merupakan salah satu eksportir energi besar di dunia.

Francesco Pesole, analis strategi valas dari ING, menyatakan bahwa lonjakan harga minyak memberikan keuntungan bagi beberapa mata uang utama, khususnya dolar AS, dolar Kanada, dan dolar Australia yang menjadi tiga mata uang paling diuntungkan dari kelompok G10.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua