Ekspektasi Kebijakan RBA Angkat Nilai Tukar Dolar Australia

Tatiana Park 11 Mar 2026 9 views

Spekulasi mengenai suku bunga RBA mendorong penguatan signifikan Dolar Australia. Lonjakan harga minyak yang terjadi belakangan ini turut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi, sehingga memperbesar peluang pengetatan kebijakan moneter.

Nilai tukar Dolar Australia mencatat posisi tertinggi dalam beberapa tahun terakhir terhadap Dolar AS maupun sejumlah mata uang utama lainnya. Penguatan ini dipicu oleh meningkatnya keyakinan pasar bahwa RBA masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Dalam perdagangan sesi Asia pada hari Rabu (11 Maret), AUD/USD sempat menembus level 0.7185. Meskipun nilainya sedikit terkoreksi ke area 0.7150-an memasuki sesi Eropa, minat beli di pasar masih relatif kuat.

Nilai tukar Dolar Australia

Deputi Gubernur RBA, Andrew Hauser, menyampaikan bahwa lonjakan harga minyak berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan bagi bank sentral untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada rapat kebijakan yang akan datang. Hauser juga menyinggung kemungkinan munculnya "perdebatan serius" mengenai langkah pengetatan tersebut, terutama di tengah ketidakpastian akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.

Komentar tersebut langsung memicu perubahan pandangan di kalangan analis. Sejumlah bank global kini memperkirakan RBA tidak hanya akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan minggu depan, tetapi juga berpotensi melanjutkan langkah tersebut dalam beberapa bulan mendatang.

National Australia Bank (NAB), misalnya, sebelumnya hanya memproyeksikan satu kali kenaikan suku bunga tambahan tahun ini. Namun setelah pernyataan Hauser, proyeksi rate hike direvisi menjadi setidaknya dua kali.

"Komentar para pejabat senior RBA menunjukkan bahwa konflik Iran dipandang sebagai faktor yang berpotensi memicu tekanan inflasi," ujar Sally Auld, Kepala Ekonom NAB. Ia menambahkan bahwa pihaknya kini memperkirakan suku bunga acuan RBA akan naik 25 basis poin pada pertemuan Maret dan berlanjut dengan kenaikan lain pada Mei.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh analis dari Westpac, Citi, dan Deutsche Bank yang turut memperbarui perkiraan kebijakan moneter RBA masing-masing. Jika skenario tersebut terwujud, suku bunga acuan Australia diperkirakan meningkat dari 3.85% saat ini menjadi sekitar 4.35%, yang merupakan level tertinggi sejak Februari 2025.

Sementara itu, data pasar uang menunjukkan lonjakan probabilitas kenaikan suku bunga bulan ini dari sekitar 30% menjadi 75%. Meski sebagian pelaku pasar belum sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan kenaikan pada Mei, pasar sudah memasukkan ekspektasi kenaikan suku bunga secara penuh untuk periode Agustus.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua