USD/JPY Jatuh, Pasar Curigai Intervensi Jepang Lagi
Pergerakan tajam pada pasangan USD/JPY kembali memicu spekulasi pelaku pasar mengenai kemungkinan intervensi otoritas Jepang. Selain itu, ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz sedang mengendur sedikit.
Dalam sesi Asia hari Rabu (6 Mei), USD/JPY mengalami volatilitas tinggi dengan penurunan sekitar 2% hingga menyentuh level 155.03. Setelah itu, harga sedikit pulih ke kisaran 156.20 pada saat berita ini diturunkan. Pola pergerakan tersebut menyerupai kejadian pekan lalu, ketika pasar juga mencurigai adanya aksi intervensi di pasar valuta asing.
![]()
Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, lagi-lagi menegaskan sikap pemerintah terhadap pergerakan mata uang yang dianggap spekulatif. Usai menghadiri pertemuan tahunan Asian Development Bank di Uzbekistan kemarin, ia menyatakan bahwa Jepang siap mengambil langkah tegas sesuai kesepakatan yang telah dijalin dengan Amerika Serikat tahun lalu.
Meskipun kecurigaan pasar meningkat, hingga saat ini Kementerian Keuangan Jepang belum memberikan komentar terkait dugaan intervensi pada pekan lalu maupun hari ini. Sebagai informasi, pasar Jepang saat ini sedang libur panjang dalam rangka Golden Week hingga 6 Mei 2026.
Secara umum, intervensi oleh otoritas Jepang biasanya dilakukan dengan menjual dolar AS dan membeli yen, yang kemudian menekan pasangan USD/JPY. Dampaknya tidak hanya terbatas pada pasangan tersebut, tetapi juga terasa pada pasar global. Indeks Dolar AS (DXY) bahkan melemah hingga menyentuh level 97.89.
Selain faktor intervensi, tekanan terhadap dolar AS turut dipengaruhi oleh menurunnya permintaan terhadap aset safe haven. Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan rencana penundaan operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz, menyusul adanya perkembangan menuju kesepakatan yang lebih luas dengan Iran. Pernyataan ini memberikan sentimen positif bagi pasar setelah meningkatnya kekhawatiran akibat konflik maritim sebelumnya.