Data Inggris Membaik, Kenaikan GBP/USD Dibayangi Prospek Kebijakan BoE

Tatiana Park 20 Feb 2026 9 views

Pound Sterling gagal memanfaatkan rangkaian data ekonomi Inggris yang relatif solid  Walaupun sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Bank of England (BoE) tetap menjadi faktor dominan yang menahan laju penguatan GBP/USD.

Tekanan terhadap Pound sempat mereda setelah rilis data penjualan ritel dan survei aktivitas bisnis pada Kamis (20/Februari). Namun, GBP/USD masih tertahan di sekitar level 1.3500 karena pasar lebih mengawasi peluang kebijakan longgar dari bank sentral Inggris.

Data ekonomi Inggris

Dari sisi data, penjualan ritel Inggris pada Januari 2026 melonjak 1.8% secara bulanan (m/m), jauh di atas capaian bulan sebelumnya sebesar 0.4%, dan melampaui ekspektasi konsensus yang hanya memperkirakan kenaikan 0.2%.

Selain itu, laporan awal survei manajer pembelian (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menunjukkan ekspansi berlanjut di sektor manufaktur dan jasa pada awal Februari 2026. Indeks PMI komposit naik tipis dari 53.7 menjadi 53.9, lebih baik dibandingkan proyeksi pasar yang memperkirakan penurunan ke 53.3.

Secara umum, data-data tersebut mencerminkan momentum pertumbuhan yang lebih baik di awal tahun. Meski demikian, pelaku pasar tetap berpegang pada pandangan bahwa Bank of England akan kembali menurunkan suku bunga pada pertemuan bulan depan.

Sikap hati-hati ini tidak terlepas dari pelemahan pada sektor ketenagakerjaan. Data tenaga kerja yang dirilis awal pekan ini menunjukkan tingkat pengangguran naik dari 5.1% menjadi 5.2% pada Desember 2025. Jumlah klaim pengangguran juga melonjak signifikan dari 2700 menjadi 28,600 pada Januari 2026.

Dalam laporan PMI, subindeks ketenagakerjaan menjadi satu-satunya komponen yang tidak mengalami peningkatan. Perusahaan-perusahaan Inggris tampak berupaya meningkatkan produktivitas sambil memangkas biaya operasional, terutama dalam aspek tenaga kerja. Langkah ini dikaitkan dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan pajak karyawan serta ambang batas upah minimum.

Chris Williamson, Kepala Ekonom Bisnis di S&P Global Market Intelligence, menyatakan bahwa perusahaan masih berfokus pada efisiensi biaya. Strategi tersebut memperpanjang gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) lanjutan yang telah berlangsung sejak pengumuman Anggaran Musim Gugur 2024.

Di pasar uang, probabilitas pemangkasan suku bunga BoE sebesar 25 basis poin pada rapat Maret kini mendekati 80%. Setelah itu, investor juga memperkirakan satu kali penurunan tambahan pada paruh kedua tahun ini. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter inilah yang terus membatasi ruang penguatan Pound Sterling.

Dominic Bunning, Kepala Strategi Valas G10 di Nomura, menilai bahwa pelemahan pasar tenaga kerja, peningkatan pengangguran, dan tren perlambatan pertumbuhan upah yang masih jelas menjadi indikasi bahwa BoE kemungkinan akan melanjutkan siklus pelonggaran dalam beberapa bulan mendatang.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua