Dolar Melemah Jelang NFP, Harapan Damai AS-Iran Menguat

Tatiana Park 07 May 2026 14 views

Pelaku pasar mulai mengurangi posisi safe haven setelah muncul sinyal kuat bahwa Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai titik damai. Dolar AS pun tertekan menjelang publikasi data Nonfarm Payroll (NFP) akhir pekan ini.

Indeks Dolar AS (DXY) turun hingga di bawah level 98.00 pada perdagangan sesi Sydney hari Kamis (7 Mei). Greenback kembali bergerak di kisaran sebelum blokade Selat Hormuz terjadi, seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap kesepakatan damai antara Washington dan Tehran.

Dolar melemah

Sumber yang terlibat dalam mediasi Pakistan mengungkapkan bahwa AS dan Iran hampir menyetujui memorandum singkat untuk mengakhiri konflik. Sebelumnya, laporan serupa juga dipublikasikan Axios berdasarkan keterangan sejumlah pejabat AS yang mengikuti perkembangan negosiasi.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismael Baghaei, mengatakan kepada kantor berita ISNA bahwa proposal dari pihak Amerika masih dievaluasi oleh pemerintah Iran. Setelah proses peninjauan selesai, Tehran akan menyampaikan respons resminya kepada Pakistan selaku mediator.

Optimisme mengenai perdamaian tersebut membuat minat terhadap dolar AS sebagai aset safe haven maupun petrodollar semakin berkurang. Harga minyak mentah Brent bahkan sempat merosot lebih dari 7.75% pada perdagangan sebelumnya, dan dibuka di sekitar $105 per barel pada hari ini.

Selain sentimen geopolitik, dolar AS juga masih dibayangi potensi intervensi pasar valuta asing dari Jepang. Pergerakan USD/JPY pada 30 April dan 6 Mei menunjukkan pelemahan tajam yang dinilai tidak wajar, sehingga memicu dugaan adanya intervensi besar-besaran oleh otoritas Jepang.

Dari sisi data ekonomi, sejumlah indikator AS pekan ini memberikan hasil yang memunculkan ketidakpastian jelang publikasi NFP hari Jumat. Laporan ADP terbaru menunjukkan penambahan lapangan kerja naik dari 61,000 menjadi 109,000 pada April 2026, tetapi masih lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi pasar sebesar 118,000.

Nonfarm Payroll selama ini dipandang sebagai indikator utama kesehatan ekonomi AS. Meski demikian, apabila hasil aktual tidak berbeda jauh dari konsensus pasar, dampaknya diperkirakan belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi suku bunga Federal Reserve maupun arah dolar AS secara signifikan.

Kepala strategi pasar global Brown Brothers Harriman, Elias Haddad, menilai pelemahan dolar kemungkinan masih terbatas. Menurutnya, data ekonomi AS terbaru tetap membuka peluang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan bias kebijakan suku bunga yang lebih tinggi.

Kembali Ke List Berita

Berita Broker Terpopuler

lihat semua